Friday, October 9, 2009

Install Epson T20E di Opensuse 11.1

UPDATE:

Untuk menggunakan driver yang sudah tersedia (dapat digunakan pada OpenSuse 11.0 dan 11.1) adalah dengan menginstall gutenprint-5.2.3-107.1.i586.rpm (OneClickInstall)

Printer Epson T20E masih belum bisa langsung terdeteksi oleh opensuse. untuk membuatnya bekerja, bisa melakukan instalasi pips dan driver epson st20.

Pertama, download driver bagi fedora9 melalui situs: http://www.avasys.jp/lx-bin2/linux_e/ink/DL1.do . lanjutkan dengan mengekstrak file dengan perintah: tar zxvf pips-st20-Fedora9-3.1.0-CG.tgz . lalu dilanjutkan dengan menjalankan install dengan perintah: ./pips-st20-Fedora9-3.1.0-CG.install

Kedua, cek keberadaan file: /etc/init.d/ekpd , bila tidak ada, dapat dibuat dengan :

========

#! /bin/sh
#
# Photo Image Print System

PATH=/bin:/usr/bin:/sbin:/usr/sbin
DAEMON=/usr/local/EPAva/core/ekpd
NAME=ekpd

[ -f $DAEMON ] || exit 0

OLDMASK=`umask`
umask 000

case “$1″ in

start)
pidlist=`pidof $NAME`
if [ “x” = “x$pidlist” ]; then
echo -n “Starting $NAME: “
$DAEMON 2>/dev/null
echo “$NAME.”
fi
;;

stop)
echo -n “Stopping $NAME: “
pidlist=`pidof $NAME`

for apid in $pidlist; do
kill -s 9 $apid 2>/dev/null
done
echo “$NAME.”
;;

restart)
$0 stop
sleep 2
$0 start
;;

*)
echo “Usage: $NAME { start | stop | restart }” >&2
exit 1
;;
esac

umask $OLDMASK
exit 0
======

Ketiga, ubah permission bagi /etc/init.d/ekpd menjadi 755

Keempat, copy file ekpdrc dengan: cp /usr/local/EPAva/printer/st20/ekpdrc_st20 /etc/ekpdrc

Kelima, jalankan ekpd dengan perintah: /etc/init.d/ekpd start

Keenam, restart cups dengan perintah: /etc/init.d/cups restart

Ketujuh, colokkan USB printer, lalu tekan tombol ON printer.

Kedelapan, lakukan ujicoba cetak. bila ada hambatan… dan menemukan permasalahan dengan cara ini, dan telah ketemu driver bagi opensuse, mohon dibagi-bagi.

UPDATE:
Untuk menggunakan driver yang sudah tersedia (dapat digunakan pada OpenSuse 11.0 dan 11.1) adalah dengan menginstall gutenprint-5.2.3-107.1.i586.rpm (OneClickInstall)

Sumber:

KELAS SENYUM (True Story)

KELAS SENYUM

(True Story)

Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya.

Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama "Smiling". Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan didepan kelas. Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir, tugas ini sangatlah mudah.

Setelah menerima tugas tersebut, saya bergegas menemui suami saya dan anak bungsu saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi kerestoran McDonald's yang berada di sekitar kampus. Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si Bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong.

Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang semula antri dibelakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian.

Suatu perasaan panik menguasai diri saya, ketika berbalik dan melihat mengapa mereka semua pada menyingkir ? Saat berbalik itulah saya membaui suatu "bau badan kotor" yang cukup menyengat, ternyata tepat di belakang saya berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat dekil! Saya bingung, dan tidak mampu bergerak sama sekali.

Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki-laki yang lebih pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, dan ia sedang "tersenyum" kearah saya. Lelaki ini bermata biru, sorot matanya tajam, tapi juga memancarkan kasih sayang. Ia menatap kearah saya, seolah ia meminta agar saya dapat menerima 'kehadirannya' ditempat itu.

Ia menyapa "Good day!" sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung beberapa koin yang disiapkan untuk membayar makanan yang akan dipesan. Secara spontan saya membalas senyumnya, dan seketika teringat oleh saya 'tugas' yang diberikan oleh dosen saya. Lelaki kedua sedang memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya. Saya segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental, dan lelaki dengan mata biru itu adalah "penolong"nya. Saya merasa sangat prihatin setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal saya bersama mereka, dan kami bertiga tiba-tiba saja sudah sampai didepan counter.

Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin saya pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini untuk memesan duluan. Lelaki bermata biru segera memesan "Kopi saja, satu cangkir Nona". Ternyata dari koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka (sudah menjadi aturan restoran disini, jika ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu). Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan.

Tiba-tiba saja saya diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat terpaku beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka mencari tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu-tamu lainnya, yang hampir semuanya sedang mengamati mereka. Pada saat yang bersamaan, saya baru menyadari bahwa semua mata di restoran itu juga sedang tertuju ke diri saya, dan pasti juga melihat semua 'tindakan' saya.

Saya baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya untuk ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan. Saya tersenyum dan minta diberikan dua paket makan pagi (diluar pesanan saya) dalam nampan terpisah.

Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang ada di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan saya ke meja/tempat duduk suami dan anak saya. Sementara saya membawa nampan lainnya berjalan melingkari sudut kearah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu untuk beristirahat. Saya letakkan nampan berisi makanan itu di atas mejanya, dan meletakkan tangan saya di atas punggung telapak tangan dingin lelaki bemata biru itu, sambil berucap "makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua."

Kembali mata biru itu menatap dalam ke arah saya, kini mata itu mulai basah berkaca-kaca dan dia hanya mampu berkata "Terima kasih banyak, nyonya". Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya berkata "Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk kalian, Tuhan juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ketelinga saya untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian."

Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan memeluk lelaki kedua sambil terisak-isak. Saat itu ingin sekali saya merengkuh kedua lelaki itu.

Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan mereka dan bergabung dengan suami dan anak saya, yang tidak jauh dari tempat duduk mereka. Ketika saya duduk, suami saya mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan berkata "Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku, yang pasti, untuk memberikan 'keteduhan' bagi diriku dan anak-anakku! " Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu kami benar-benar bersyukur dan menyadari, bahwa hanya karena 'bisikanNYA' lah kami telah mampu memanfaatkan 'kesempatan' untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang sangat membutuhkan.

Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya, mereka satu persatu menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin 'berjabat tangan' dengan kami.

Salah satu diantaranya, seorang bapak, memegangi tangan saya, dan berucap "Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang mahal bagi kami semua yang berada disini, jika suatu saat saya diberi kesempatan olehNYA, saya akan lakukan seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami."

Saya hanya bisa berucap "terimakasih" sambil tersenyum. Sebelum beranjak meninggalkan restoran, saya sempatkan untuk melihat kearah kedua lelaki itu, dan seolah ada 'magnit' yang menghubungkan batin kami, mereka langsung menoleh kearah kami sambil tersenyum, lalu melambai-lambaikan tangannya kearah kami. Dalam perjalanan pulang saya merenungkan kembali apa yang telah saya lakukan terhadap kedua orang tunawisma tadi, itu benar-benar 'tindakan' yang tidak pernah terpikir oleh saya. Pengalaman hari itu menunjukkan kepada saya betapa 'kasih sayang' Tuhan itu sangat HANGAT dan INDAH sekali!

Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan 'cerita' ini ditangan saya. Saya menyerahkan 'paper' saya kepada dosen saya. Dan keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya saya dipanggil dosen saya ke depan kelas, ia melihat kepada saya dan berkata, "Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kepada yang lain?" dengan senang hati saya mengiyakan. Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk membacakan paper saya. Ia mulai membaca, para siswapun mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah menjadi sunyi. Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam membawakan ceritanya, membuat para siswa yang hadir di ruang kuliah itu seolah ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung, sehingga para siswi yang duduk di deretan belakang didekat saya diantaranya datang memeluk saya untuk mengungkapkan perasaan harunya.

Diakhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup ceritanya dengan mengutip salah satu kalimat yang saya tulis diakhir paper saya.

"Tersenyumlah dengan 'HATImu', dan kau akan mengetahui betapa 'dahsyat' dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu."

Dengan caraNYA sendiri, Tuhan telah 'menggunakan' diri saya untuk menyentuh orang-orang yang ada di McDonald's, suamiku, anakku, guruku, dan setiap siswa yang menghadiri kuliah di malam terakhir saya sebagai mahasiswi. Saya lulus dengan satu pelajaran terbesar yang tidak pernah saya dapatkan di bangku kuliah manapun, yaitu: "PENERIMAAN TANPA SYARAT."

Banyak cerita tentang kasih sayang yang ditulis untuk bisa diresapi oleh para pembacanya, namun bagi siapa saja yang sempat membaca dan memaknai cerita ini diharapkan dapat mengambil pelajaran bagaimana cara MENCINTAI SESAMA, DENGAN MEMANFAATKAN SEDIKIT HARTA BENDA YANG KITA MILIKI, dan bukannya MENCINTAI HARTA BENDA YANG BUKAN MILIK KITA, DENGAN MEMANFAATKAN SESAMA!



Jika anda berpikir bahwa cerita ini telah menyentuh hati anda, teruskan cerita ini kepada orang-orang terdekat anda. Disini ada 'malaikat' yang akan menyertai anda, agar setidaknya orang yang membaca cerita ini akan tergerak hatinya untuk bisa berbuat sesuatu (sekecil apapun) bagi sesama yang sedang membutuhkan uluran tangannya!

Tuesday, November 11, 2008

Install HP LaserJet P1006 at OpenSuse 10.3

Untuk install HP LasetJet P1006, walaupun menurut HPLIP Sudah disupport mulai dari versi 2.82 ke atas (requires HPLIP version 2.8.2 or later) namun driver tidak mucul dalam list driver saat akan menambahkan printer tersebut. Berikut adalah langkah2 untuk menginstall HP Laserjet P1006 berdasarkan referensi dari www.openprinting.org dan foo2xqx.rkkda.com.

Untuk menginstall printer HP LaserJet P1006 di OpenSuse 10.3 sbb :

1. Download file foo2zjs.tar.gz dari situs

Http://foo2zjs.rkkda.com/foo2zjs.tar.gz/

2. Unpack file tab

$ tar zxf foo2zjs.tar.gz

3. Masuk ke direktory yang baru dibuat

$ cd foo2zjs

4. Kompile file

$ make

5. Ambil extra file untuk pengaturan warna

$ ./getweb P1006

6.Install drivernya dan masuk sebagai super user

$ su (masukkan password bila ada )
# make install

7. ( opsional ) configure hot plug

# make install -hotplug

8. ( opsional ) if use cups

# make cups

9. Restart server / masuk ke yast

10. Add printer ybs


Sumber (untuk distro lain silahkan baca di
http://foo2xqx.rkkda.com):

Friday, October 24, 2008

Besarkah Biaya Pergantian (migrasi) dari Windows ke Linux ?

Jika dilihat sekilas atau dengan kacamata kepentingan sesaat jawabannya adalah YA. Namun secara jangka panjang, biaya migrasi ini sangat kecil karena hanya dilakukan satu kali, bandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar lisensi tahunan.

Hal lain yang harus menjadi pertimbangan dalam melihat besar kecilnya biaya migrasi adalah bahwa biaya yang dikeluarkan untuk proses migrasi sebagian besar digunakan untuk mempersiapkan SDM bukan untuk pembelian software/hardware ataupun pembayaran lisensi. Tentunya dalam kacamata pendidikan, kualitas SDM tidak bisa dinilai dengan uang.

Selain itu, dengan menggunakan Linux, biaya pembelian dan perawatan perangkat keras dapat ditekan menjadi sekecil mungkin. Alasannya antara lain adalah (1) sampai saat ini (12 tahun sejak kelahiran Linux) belum pernah ada komputer Linux yang terserang virus (2) komputer yang menggunakan Linux jarang sekali mengalami gangguan walaupun dinyalakan/digunaka n non-stop berhari-hari bahkan berbulan-bulan. (3) Berbeda dengan Windows, Linux tidak membutuhkan komputer yang hebat agar dapat berjalan dengan baik.

Selain keuntungan dari segi ekonomis seperti telah dipaparkan di atas, ada keuntungan lain yang diperoleh khususnya oleh institusi pendidikan jika menggunakan Linux, antara lain :
  1. Linux menghasilkan orang-orang yang benar-benar memahami teknologi informasi dan komputer. Mereka yang memahami Linux terbukti dengan sangat mudah menggunakan Windows tetapi tidak sebaliknya.
  2. Linux tidak akan habis dieksplorasi karena Linux bersifat opensource dimana setiap orang berhak memperbanyak, memodifikasi dan merubahnya tanpa perlu khawatir melanggar hak cipta.
  3. Linux diciptakan oleh mahasiswa dan dikembangkan utamanya oleh kalangan akademisi serta pendukung keberadaan free software, didukung perusahaan seperti IBM, HP, dsb, sehingga Linux sangat berorientasi pada kebebasan bagi semua orang untuk mempelajari dan mengembangkannya.

Biaya Pelatihan
Yang paling sering menjadi keberatan para pelaku bisnis dalam pemanfaatan Linux adalah investasi yang harus dikeluarkan untuk pelatihan. Dalam argumentasinya mereka berpendapat bahwa walau investasi perangkat keras dan lunak begitu rendah, tetapi investasi pelatihan menjadi lebih tinggi. Ini ada benar dan ada salahnya.

Sepintas lalu penggunaan Linux akan meminta biaya investasi pelatihan yang cukup tinggi. Tetapi hal itu akan terbayar dengan dasar pengetahuan yang mereka dapatkan tidak hanya sekedar sebagai pengguna, tapi akan berkembang sebagai penyedia kebutuhan Teknologi Informasi intern perusahaan.

Pengetahuan yang mereka dapatkan dalam menggunakan Linux merupakan pengetahuan yang sifatnya mendasar. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa pengetahuan akan Linux merupakan pengetahuan dasar untuk dunia teknologi informasi. Hal ini akan merupakan investasi brainware bagi perusahaan tersebut. Hal lain adalah kenyataan bahwa pemanfaatan Linux di lingkungan perusahaan akan mendorong perusahaan tersebut untuk berkonsentrasi pada investasi di bidang sumber daya manusia (SDM) dalam bentuk pelatihan daripada investasi pembelian perangkat lunak. Dengan memfokuskan pada investasi SDM maka perusahaan akan memiliki pondasi infrastruktur TI yang kokoh, baik dari segi hardware, software maupun brainware.

Juga perlu dipikirkan investasi pelatihan ulang (re-training) yang harus dilakukan. Pemilihan perangkat lunak yang selalu membutuhkan investasi pelatihan setiap 1 tahun sekali, atau membutuhkan pelatihan untuk setiap produk baru keluar adalah kurang bijaksana. Akan lebih baik bila dilakukan investasi pelatihan kepada jenis perangkat lunak yang memberikan dasar pengetahuan (basic knowledge) yang baik dan memberikan kemampuan bagi para pengguna untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi.

Sebagai contoh adalah pelatihan yang dibutuhkan bagi pengguna ataupun System Administrator. Banyak orang beranggapan bahwa melakukan sistem administrasi pada Windows NT membutuhkan biaya pelatihan yang lebih rendah. Padahal kenyataannya setiap versi baru Windows NT keluar maka si administrator harus mengikuti pelatihan baru.

Hal ini disebabkan karena sistem yang baru memiliki banyak perbedaan dengan sistem yang lama. Sehingga secara total biaya pelatihan untuk sistem administrasi menjadi lebih mahal. Hal seperti ini tidak akan terjadi dengan Linux dimana setiap versi baru tidak memiliki perbedaan yang banyak dengan versi lama sehingga setiap pengguna dapat dengan mudah beradaptasi karena sudah memiliki pengetahuan dasar yang cukup.

Banyak perusahaan memilih suatu perangkat lunak yang 'mudah digunakan' dengan harapan akan memotong 'biaya pelatihan'. Hal ini ternyata kurang begitu tepat, karena:

  • Tingkat peluruhan hardware dan software jauh lebih cepat meluruh dalam bisnis TI (paling lama 3 tahun nilainya sudah kurang dari 50%). Sedangkan biaya pelatihan menurut International Accounting Standards Commitee akan dihitung waktu peluruhan dalam 10 tahun.
  • Secara makro, biaya yang dikeluarkan juga harus dipertimbangkan sebagai penggerak ekonomi lokal atau penambah beban devisa negara. Penggunaan Linux meminimalkan penambahan perangkat keras atau perangkat lunak yang harus dibeli. Penambahan biaya hanya dikeluarkan untuk pembayaran tenaga pelatihan lokal atau jasa dukungan teknis lokal. Ini membantu berputarnya perekonomian Indonesia.
  • Pada abad informasi ini, investasi di pelatihan adalah salah satu hal yang lebih disarankan daripada investasi di perangkat keras/lunak. Investasi di bidang "knowledge" membuat kontinuitas pemanfaatan teknologi lebih terjamin

Jadi bertambahnya biaya pendidikan/ pelatihan yang dikeluarkan suatu perusahaan yang menggunakan Linux akan terbayar dengan beberapa nilai positif dalam pemanfaatan TI dalam perusahaan itu di masa mendatang.

Penggunaan program berharga mahal yang diiming-imingi dengan segala kemudahan penggunaannya membuat orang berfikir pengguna program tersebut tidak membutuhkan pelatihan sehingga kebutuhan pelatihan menjadikan terlupakan. Hal ini telah diidentifikasi sebagai salah satu penyebab utama kegagalan pada sebagian besar proyek Teknologi Informasi.

Biaya Perawatan
Dalam menghitung biaya perawatan, sebaiknya bukan saja bergantung pada seberapa mudah awal pengoperasian tugas perawatan tetapi juga termasuk seberapa sering perangkat tersebut tak bekerja (down). Sebab setiap kerusakan akan memakan biaya perawatan, baik tenaga maupun waktu. Sehingga harus dipertimbangkan bukan hanya waktu awal untuk mempelajari, tetapi waktu keseluruhan, dari mempelajari menggunakan dan merawat.

Sebagai contoh, Linux server setelah diinstal dengan benar, relatif membutuhkan waktu perawatan yang kecil. Dari pertimbangan Mean Time Between Failure, dan Mean Time to Repair tentu Linux ini akan memberikan pilihan yang menarik pula. Dengan kata lain jika berbicara masalah administrasi sistem, tidak bisa dilupakan kaitannya dengan kehandalan (reliability) sistem.

Sebagai contoh, suatu sistem yang terlihat mudah ditangani misalnya membutuhkan waktu instalasi dan konfigurasi 2 jam. Tetapi dalam tempo 3 bulan sering mengalami gangguan, maka administrasi sistem tersebut dianggap kurang mudah daripada sistem yang instalasi 4 jam tetapi tidak pernah down selama 3 bulan (dalam kenyataannya malah untuk menginstall Linux dengan semua aplikasi sebesar 4 GB hanya dibutuhkan waktu kurang dari 2 jam, dengan konfigurasi Pentium Celeron 600 MHz dan 256 MB RAM).

Permasalahan utama dari penerimaan dunia bisnis tehadap LINUX ini adalah persepsi para manajer Teknologi Informasi. Sebagian besar mereka belum pernah mendengar tentang LINUX. Di samping itu adalah banyak tersebarnya FUD (fear, uncertainty and doubt) yang disebabkan oleh sifat distribusi LINUX yang bebas. Sebagian orang masih berpikir bahwa LINUX ini hanyalah software untuk para hobbiest sementara sebagian yang lain sudah terlalu fanatik dengan Windows dan tidak peduli dengan berbagai kelemahannya.

Kesimpulan
Dari apa yang dipaparkan di atas, tampak dapat disimpulkan bahwa keberadaan Linux dengan segala kelebihan dan kekurangannya menyebabkan tidak ada alasan bagi kita untuk menggunakan software apapun secara ilegal. Kesulitan yang mungkin terjadi jika kita beralih dari Windows ke Linux hanya masalah biaya migrasi, pelatihan, dan kebiasaan saja.

Bagi negara berkembang seperti Indonesia Linux sangat cocok untuk digunakan karena sifatnya yang terbuka dan gratis membuat kita bisa banyak belajar, mengembangkan ilmu pengetahuan, dan bergabung dengan komunitas teknologi dunia. Tidak hanya menjadi bangsa yang konsumtif non- produktif.

Sudah saatnya pemerintah Indonesia melihat betapa negara maju seperti Jerman (yang notabene memiliki dana yang cukup untuk membeli lisensi Windows) lebih memilih Linux sebagai basis sistem informasinya.

Bagi dunia pendidikan, Linux dengan lisensi GPL-nya akan mendorong para pelajar untuk melakukan eksplorasi dan mengembangkan sistem operasi ini beserta segala aplikasinya. Besar kemungkinan mereka kelak akan membuat sebuah sistem operasi “Made in Indonesia” seperti orang Jerman dengan Suse Linux, Cina dengan RedFlag Linux, dan Singapura dengan ASP Linux-nya.

Dari sisi bisnis, penggunaan Linux meminimalisasi kebutuhan investasi dan perawatan perangkat keras / peralatan karena Linux bisa dijalankan pada komputer lama maupun baru dan tidak membutuhkan spesifikasi super. Investasi besar yang dikeluarkan oleh perusahaan yang bermigrasi ke Linux umumnya terpakai untuk melatih dan mengembangkan SDM.

Bahwa investasi / biaya yang dikeluarkan untuk berpindah ke Linux memang besar jika dilihat sekilas saja. Namun untuk tujuan jangka panjang, Linux sangatlah murah.

Sumber: RumahLinux [dot] Com

Monday, July 14, 2008

openSUSE 11.0: Enabling Complete Multimedia Support

Support for some multimedia formats cannot be included on the openSUSE CDs because they’re proprietary, patented, Restricted Formats. Some of these include MP3, MPEG-4, playing of Encrypted DVDs, etc.

opensuse7tg1 openSUSE 11.0: Enabling Complete Multimedia Supportmultimediabz8 openSUSE 11.0: Enabling Complete Multimedia SupportGet the Restricted Format 1-click installer (just click the following links if you are running openSUSE):

This will enable you to have:

  • Flash
  • Java
  • Latest Amarok (with MP3 Support) for KDE, or Helix-Banshee for GNOME users
  • Encrypted DVD (libdvdcss)
  • Extra xine codecs, for MPEG-4 etc. (libxine1)
  • K3b with MP3 Support (k3b-codecs)
  • Win 32 Codecs (w32codec-all)

..as well as the option of installing many more applications ….

Source: http://blog.linuxoss.com

Monday, June 30, 2008

Java Programming & Desktop Effect (Compiz/Beryl)

There is a bug in Sun Java's Swing. It doesn't like certain window managers. Something about reparenting and not reparenting or something like that. Whatever. The point is, when trying to run a program you wrote using Swing, all you get is a big white nothing. Nothing draws in the window. Ahhh! What's wrong?! Yeah, I had some trouble with my Java class because of that one. Well, unfortunately, my favourite WM, Compiz/Beryl, is a problem child with this. However, there is an easy fix for it. Open your .bashrc (that in ~). If you don't know how, do this in the terminal:

vi ~/.bashrc

Add this line to it:

export AWT_TOOLKIT=MToolkit

Now try to run your program again. Now everything works. Yay!

Tested on OpenSuse 11.0 for SQuirrel SQL, Eclipse, Adempiere. For application that running from menu, you can try add line in file /etc/profile.

If you run the Java application from eclipse you also should add the parameter in Run menu | Java Application | [application name] | Environment and click New button and add


Variable Name: AWT_TOOLKIT
Value: MToolkit


NOW you can run your Java Application and use Desktop Effect (Compiz/Beryl/KDE Desktop Effect) on the same time. Cheers.

Source: ubuntulinuxtipstricks

SQuirreL, Universal SQL Client

SQuirreL SQL Client is a graphical Java program that will allow you to view the structure of a JDBC compliant database, browse the data in tables, issue SQL commands etc, see Introduction.

The minimum version of Java supported is 1.5.x as of SQuirreL version 2.4. See the Old Versions page for versions of SQuirreL that will work with older versions of Java.

The SQuirreL desktop in Ocean Theme:

Features:

- Object Tree of Session window - right-click to access the popup menu which provides access to advanced script generation and graphing features. The graph plugin allows the user to create table charts
- SQL Editor with code completion popup (ctrl+space) open - code completion can be used to access drop-down lists of options that include keywords, tables, columns, views, stored procedures. Code completion also provides join generation functions. For example, look at the table structure here. Hitting ctrl+space after the expression
- SQL Editor with tools popup menu (ctrl+t) shown - with the tools popup any editor function can be located with only a single short cut: ctrl+t Additionally, the list can be searched incrementally with just a few keystrokes
- SQL Editor with bookmark selection popup (ctrl+j) shown - bookmarks are user-defined code templates. SQuirreL comes with several pre-defined example bookmarks for the most common SQL and DDL statements
- Abbreviations and auto corrections dialog - this feature works much like auto corrects in common office products. With the entries shown in the dialog you may for example type 'sf' which will expand to 'SELECT * FROM'
- Editing of SQL results - the result tabs of SQL queries support editing the rows returned from a query on a single table. You may also edit the contents tab of tables in the Object tree
- Graph: Charts of tables and their relations - To create new charts or to add tables to existing charts right mouse click tables in the Object tree and choose the 'Add to graph' menu. Graph manipulation functions can be accessed by using the right-click context popup menu
- Graph: Scaling and distributing tables on configurable page sizes to prepare for printing - use the right-click context popup menu to switch to the scaling and printing mode

For more detailed description see the paper by Gerd Wagner:
- English version
- German version

In theory SQuirreL should work with any DBMS that has a JDBC 2.0 driver. However not all drivers/DBMS's are fully complient with the JDBC 2.0 specification.


Reported working databases:

- Axion Java RDBMS
- Daffodil (One$DB)
-
Apache Derby (formerly Cloudscape)
- Fujitsu Siemens SESAM/SQL-Server
with the SESAM/SQL JDBC driver
-
Firebird with the JayBird JCA/JDBC Driver
-
FrontBase
-
HSQL
-
Hypersonic SQL
-
H2
-
IBM DB2 for Linux, OS/400 and Windows
-
Informix
-
CA Ingres 2.6 SP2 with EDBC driver v1.8
- InstantDB

-
Interbase with the Interclient JDBC driver
-
Mckoi SQL
-
Microsoft Access with the JDBC/ODBC bridge
-
Microsoft SQL Server with the Microsoft, WebLogic and jTDS JDBC drivers
-
Mimer SQL
-
MySQL with the MM MySQL JDBC driver
-
Oracle 8i, 9i and 10g with the Oracle thin and OCI drivers
-
Pointbase
-
PostgreSQL 7.1.3 and higher
-
Progress OpenEdge 10.1x
-
SAPDB
-
Sybase
-
Sunopsis XML Driver (JDBC Edition)
-
Teradata Warehouse
-
ThinkSQL RDBMS


Available translations:

- Spanish
- Brizilian
- Czech
- Bulgarian
- Chinese
- French
- Italian
- German
- Russian


Download & Installation:

The SQuirreL SQL Client is installed with the IzPack Java installer. Download the file squirrel-sql--install.jar and execute it using the following command:

java -jar squirrel-sql--install.jar

Make sure that you have write privileges to the directory that you want to install into.

Note that some browsers may attempt to open this file rather than download it. In this case, right-click on the download link and click your browser's equivalent of the "Save as..." menu item.

On Windows, execute the file squirrel-sql.bat to run the application. On Unix, the file is squirrel-sql.sh.

Download: SQuirreL SQL 2.6.6
WebSite: http://www.squirrelsql.org

Source:
http://javaclick.blogspot.com/2007/10/squirrel-universal-sql-client.html